Ini Dampak Tarif Cukai dan Rokok Ilegal Bagi Saham HMSP, GGRM Cs

Flooring Guide by Cinvex – , JAKARTA – Pemerintah mengkaji peluang memperbaiki kebijakan terkait cukai rokok dan pemberantasan rokok ilegal. Hal itu menjadi angin segar bagi saham emiten rokok seperti HMSP, GGRM dan lainnya.

Advertisements

Andrianto Saputra Analis Indo Premier Sekuritas mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan pelaku industri rokok, rokok ilegal menjadi hambatan terbesar bagi pelaku industri tembakau karena mencakup 20-30% dari total rokok Indonesia.

“Selain itu, kami menilai bahwa kenaikan cukai yang agresif justru akan menguntungkan rokok ilegal karena kesenjangan harga antara rokok legal dan ilegal semakin melebar,” ujarnya lewat riset dikutip, Rabu (17/09/2025).

: Sentra Industri Hasil Tembakau Garut akan Dibangun dari Dana Cukai

Dia berpendapat kenaikan cukai yang tidak terlalu agresif merupakan solusi untuk mengurangi downtrading menuju rokok ilegal.

Selain itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgas) untuk memberantas rokok ilegal. Satgas sejauh ini telah menindak rokok ilegal skala kecil di Jawa Timur.

Advertisements

“Kami memandang bahwa berkurangnya tekanan dari rokok ilegal merupakan risiko positif bagi sektor ini,” jelasnya.

Perihal tarif cukai, lanjut Andrianto, kenaikan yang lebih rendah dapat memberikan peningkatan laba bagi emiten tembakau seperti PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM).

Analisis sensitivitas yang dilakukan Indopremier menunjukkan bahwa setiap penurunan cukai sebesar 2% akan meningkatkan laba 2026 HMSP dan GGRM masing-masing sebesar 29,4% dan 111,4%.

: : Menkeu Purbaya Bicara Soal Cukai Rokok, Saham HMSP GGRM Cs Tancap Gas

“Perlu dicatat, laba GGRM lebih sensitif karena NPM 2026 yang tipis hanya 1,4%,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh terkait kebijakan tarif cukai rokok untuk tahun mendatang. Menurutnya, peluang penurunan tarif tetap terbuka, tetapi sangat bergantung pada hasil analisis lapangan.

“Nanti saya lihat lagi, saya belum menganalisis dengan dalam seperti apa sih cukai rokok itu,” kata Purbaya usai rapat terbatas Stimulus Ekonomi di Kantor Presiden, Senin (15/9/2025).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan adanya dugaan praktik kecurangan dalam peredaran cukai rokok palsu. Pemerintah, kata Purbaya, akan menelusuri lebih jauh potensi kebocoran penerimaan negara akibat hal tersebut.

“Katanya ada yang main-main, di mana main-mainnya? Kalau misalnya saya beresin, saya bisa hilangkan cukai-cukai palsu berapa pendapatan saya? Dari situ nanti saya bergerak,” ujarnya.

Purbaya menegaskan, arah kebijakan cukai rokok akan ditentukan setelah evaluasi menyeluruh selesai dilakukan.

“Kalau mau diturunkan seperti apa. Tergantung hasil studi dan analisis yang saya dapatkan dari lapangan,” tandas Purbaya.

Advertisements