
Flooring Guide by Cinvex – , JAKARTA — PT MNC Asia Holding Tbk. (BHIT) melaporkan aksi penjualan saham PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) sebanyak 1,68 miliar lembar pada 13 November 2025. Transaksi ini dilakukan dengan harga Rp88 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp147,84 miliar.
Berdasarkan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BHIT sebelumnya menggenggam 7,57 miliar saham IATA atau setara 24,21%. Setelah transaksi, kepemilikannya berkurang menjadi 5,89 miliar saham atau 18,84%. Dengan demikian, porsi kepemilikan BHIT di IATA susut sekitar 5,37%.
Manajemen BHIT menyebut bahwa transaksi ini merupakan bagian dari langkah penguatan kerja sama dengan pihak lain. “Tujuan dari transaksi adalah pengembangan usaha dengan mitra strategis,” tulis manajemen BHIT dalam keterbukaan informasi, Selasa (18/11/2025).
: BHIT Tegaskan Hary Tanoe Hanya Jadi Broker dalam Kasus Gugatan CMNP Rp119 Triliun
Saham yang dilepas merupakan saham biasa dengan kepemilikan langsung. BHIT juga tercatat berstatus sebagai pengendali di IATA.
Di lantai Bursa, saham IATA terpantau parkir di level Rp89 per lembar pada penutupan perdagangan Senin (17/11/2025). Banderol tersebut juga mencerminkan penguatan 28,99% dalam sebulan terakhir dan lonjakan 78% sepanjang tahun berjalan 2025.
: : Emiten Hary Tanoe (BHIT) Buka Suara soal Gugatan Rp119 Triliun dari CMNP Jusuf Hamka
Indonesia Transport & Infrastructure Tbk. – TradingView
Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, BHIT terekam memborong saham PT MNC Tourism Indonesia Tbk. (KPIG) pada pertengahan tahun lalu sebanyak 4,62 miliar saham.
Aksi korporasi yang dilakukan pada 2 Juli 2025 ini dilakukan di harga rata-rata Rp200 per saham atau mencapai sekitar Rp924 miliar. Alhasil, kepemilikan BHIT selaku pengendali KPIG meningkat dari sebelumnya 21,37% menjadi 26,11% atau setara 25,47 miliar saham.
: : Perusahaan Hary Tanoe BHIT Borong Saham MNC Tourism (KPIG) Rp924 Miliar
Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama BHIT dan Executive Chairman MNC Group, mengatakan bahwa valuasi KPIG masih di bawah nilai wajar dengan price to book value (PBV) di level 0,6 kali, atau dinilai belum mencerminkan nilai riil dari aset premium dan prospek bisnis.
“Ini menjadi momentum strategis bagi BHIT untuk meningkatkan investasi saat valuasi masih sangat atraktif,” ujar Hary Tanoe dalam keterangan tertulis, Kamis (3/7/20235).
Menurutnya, dengan potensi kenaikan dari revaluasi aset dan rebranding, KPIG berada pada posisi ideal untuk mencatatkan pertumbuhan serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
MNC Investama Tbk. – TradingView
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.