
Flooring Guide by Cinvex – , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (28/11/2025) diprediksi akan mengalami pull back atau koreksi sementara. Pada perdagangan kemarin, indeks komposit ditutup melemah 0,65% ke 8.545.
Tim riset Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak di level 8.500-8.600 pada perdagangan hari ini. Sekuritas mencatat, tekanan utama IHSG pada pelemahan kemarin berasal dari saham-saham sektor non-cyclicals, healthcare, dan teknologi. Selain itu, pelemahan juga turut dipicu oleh koreksi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
“Investor juga cenderung wait and see menjelang rilis serangkaian data domestik penting di awal pekan depan yang mencakup Manufacturing PMI, inflasi, serta kinerja perdagangan Oktober,” tulis riset tersebut, Jumat (28/11/2025).
: IHSG Makin Perkasa jelang Tutup Tahun, Tenaga Investor Domestik Solid
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,6%–5,7% di kuartal IV/2025, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,2% di sepanjang 2025.
Secara teknikal, IHSG menunjukkan sinyal konsolidasi, tercermin dari histogram MACD yang bergerak sideways serta Stochastic RSI yang mulai mengarah turun. Pola ini mengindikasikan momentum penguatan mulai mereda dan membuka peluang bagi IHSG untuk mengalami pullback menguji area MA5 sebagai support dinamis jangka pendek.
: : Potensi Rebound IHSG Hari Ini (28/11), Cermati Saham ARCI, BMRI, SMBR
Sementara itu, sentimen global yang menyertai pasar datang dari perkembangan hubungan Indonesia dengan China. Pemerintah Indonesia dan China sepakat memperluas proyek kawasan industri kembar atau Two Countries Twin Parks ( TCTP) di 2026.
Proyek TCTP antara Indonesia dan China sudah berjalan di kawasan industri di Batang, yang selanjutnya ditargetkan perluasan proyek TCTP ke berbagai wilayah, salah satunya Pulau Bintan. Kedua negara juga telah menandatangani 16 MoU kerja sama investasi senilai Rp36,4 triliun, mencakup ekspor baja, nikel, industri, pangan dan kelautan, serta energi matahari, batubara, AI, serta pengembangan kawasan industri dan rantai pasok energi baru.
: : Menakar Kekuatan Investor Domestik di Balik Reli IHSG
Hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati yaitu PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA), PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), PT Bank Jago Tbk. (ARTO), dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK).
Berikut adalah target harga saham pilihan Phintraco Sekuritas: 1. INCO
Strategi: tarding buy
Entry: Rp3.900-Rp3.950
Target harga: Rp4.150, Rp4.400
2. TOBA
Strategi: trading buy
Entry: Rp850
Target harga: Rp900, Rp950
3. AGRO
Strategi: buy
Entry: Rp242
Target harga: Rp260, Rp280, Rp300
4. ARTO
Strategi: trading buy
Entry: Rp2.030-Rp2.070
Target harga: Rp2.200, Rp2.300, Rp2.400
5. CBDK
Strategi: trading buy
Entry: Rp6.750-Rp6.850
Target harga: Rp7.250, Rp7.600
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.