
Flooring Guide by Cinvex – , JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji kebijakan penambahan porsi free float dan demutualisasi BEI. Regulasi ini diharap bisa memperdalam dan memperkuat pengawasan pasar yang pada akhirnya bisa mendorong performa indeks harga saham gabungan (IHSG).
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan demutualisasi BEI diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas pasar, profesionalisme, good governance BEI hingga meningkatkan kredibilitas pasar saham Indonesia di mata global.
“Sementara dengan penyesuaian free float, emiten bisa meningkatkan likuiditas, menurunkan potensi manipulasi harga di pasar. Ini penting sekali, apalagi kalau ada price discovery, itu akan benar-benar mencerminkan fundamental,” ujar Nafan kepada Bisnis, Selasa (30/12/2025).
: Deretan Saham Paling Cuan dan Boncos di Hari Terakhir Perdagangan BEI 2025
Menurutnya, peningkatan likuiditas pasar dan kredibilitas pasar modal Tanah Air di mata investor asing pada akhirnya bisa mendorong laju IHSG lebih tinggi. Apalagi, pemangkasan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia dan The Fed sepanjang 2025 akan menarik capital inflow. Di sisi lain, valuasi menarik harga saham LQ45 yang sepanjang tahun hanya meningkat tipis punya momentum bagus diakumulasi asing.
“Ini bisa menjadi katalis positif untuk bisa meningkatkan likuiditas pasar dalam negeri dan memberikan dampak signifikan. Kalau di perbankan, ini bisa meningkatkan kredit dan bagi emiten yang royal memberi dividen valuasinya bisa terangkat,” kata Nafan.
: : BEI Waspadai Risiko Free Float Tinggi Bikin Emiten Lirik Bursa Negara Lain
Adapun, pada penutupan pasar penghujung 2025, Selasa (30/12/2025), IHSG ditutup naik 0,03% ke 8.646,94. Level indeks komposit ini mencerminkan pertumbuhan 22,13% secara year to date (YtD). Di saat yang sama, LQ45 hanya menguat 3,07% YtD maupun IDX30 yang hanya mampu naik 3,76% YtD.
Sementara itu, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi menilai kebijakan penyesuaian free float dapat menangkal praktik saham gorengan. Menurutnya, sejauh ini saham-saham di pasar mudah digoreng karena free float-nya kecil. Maka dengan free float yang besar, manipulasi harga menjadi susah dan mahal.
: : OJK dan BEI Kaji Demutualisasi, Cegah Konflik Kepentingan
“Sementara itu, demutualisasi juga bikin pengawasan lebih ketat. Jangka pendek mungkin [pasar] akan volatile, tapi jangka panjang bisa menjadi fondasi agar IHSG juga pasar efisien dan investable di mata global,” kata Wafi.
Adapun, saat ini OJK dan BEI sedang membahas keaikan batas minimum free float dari 7,5% menjadi kisaran bertingkat 10% sampai 15%. Dalam jangka panjang, regulator menargetkan peningkatan ambang batas ini hingga 25%, sesuai standar likuiditas global.
Sebagai pembanding, kewajiban free float di Indonesia yang 7,5% masih berada di bawah ketentuan pasar modal lainnya. Misalnya di Inggris, Filipina dan Singapura menetapkan batas 10%. Sedangkan, di Jepang, Hong Kong dan Malaysia batasnya di 25%.
Sementara itu, demutualisasi adalah proses ketika sebuah perusahaan privat yang dimiliki anggotanya, seperti koperasi atau dalam hal ini BEI, secara legal mengubah strukturnya agar menjadi perusahaan publik yang diperdagangkan dan dimiliki pemegang saham.
Sejumlah bursa di dunia diketahui telah melakukan demutualisasi, misalnya Bursa Saham Stockholm atau Stockholm Stock Exchange di Swedia pada 1993. Sedangkan di Indonesia, demutualisasi BEI ditargetkan akan dilakukan pada semester pertama 2026.
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo Harahap menjelaskan demutualisasi Bursa merupakan upaya yang mengarah ke tata kelola pasar yang positif.
“Dengan adanya demutualisasi, pengawasan OJK sama saja, tidak ada yang berubah. Karena justru pengawasan itu hal yang penting dalam struktur pasar yang baru untuk menjaga keamanan dan integritas pasar modal,” kata Eddy, dalam konferensi pers akhir tahun pasar modal di Jakarta, Selasa (30/12/2025).