
Flooring Guide by Cinvex JAKARTA – Saham emiten minyak dan gas (migas) seperti RAJA hingga MEDC masuk radar rekomendasi analis di tengah sentimen memanasnya konflik Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang memanaskan harga minyak mentah.
Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan di tengah kondisi ini investor domestik dan asing melihatnya sebagai momentum trading, bukan perubahan tren jangka panjang.
“Strategi yang disarankan tetap taktis, fokus trading pada emiten upstream berbiaya rendah, sementara selektif pada downstream dengan margin dan dukungan regulasi yang stabil. Untuk saham yang bisa watchlist adalah RAJA, MEDC, dan ENRG,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (6/1/2026).
Adapun, tepat setelah Presiden AS Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2025), harga minyak Brent pada perdagangan Senin (5/1/2026) berbalik menguat 0,21% ke US$60,88 per barel setelah terkoreksi 1,2%. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,09% ke US$57,37 per barel.
: BlackRock, Peers Ramp Up Aggressive Buying in MEDC Stocks in Early 2026
Sukarno menjelaskan, dampak lonjakan harga minyak global tersebut ke emiten migas tidak merata. Emiten yang bermain di sektor hulu atau upstream akan diuntungkan dari harga jual yang lebih tinggi, namun berisiko kenaikan biaya.
Sementara itu, emiten yang ada di segmen midstream relatif netral karena bisnisnya berbasis volume dan kontrak. Sedangkan, bagi emiten yang bisnisnya ada di hilir atau downstream berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya bahan baku.
Pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026) lalu, mayoritas saham emiten migas kompak menguat. Misalnya MEDC yang naik 2,41% ke Rp1.485, ENRG naik 3,35% ke Rp1.695, AKRA menguat 1,56% ke Rp1.300, dan ELSA turut menguat 1,96% ke Rp520. Namun, pada perdagangan Selasa (6/1/2025) ini, harga saham emiten migas ditutup bervariasi, bahkan ENRG turun 4,72% atau ELSA yang terpangkas 1,92%.
“Sentimen kenaikan harga minyak akibat isu Venezuela diperkirakan sementara, bertahan singkat dalam hitungan hari hingga pekan. Ini karena mengingat kondisi pasar 2025 masih over supply dan potensi tambahan pasokan dari Venezuela yang membatasi reli lanjutan,” pungkasnya.
Medco Energi Internasional Tbk. – TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.