
Flooring Guide by Cinvex – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 8.942,91 pada Selasa (12/1/2026). Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan sejumlah saham big caps, seperti PANI, TLKM, dan AMMN.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tumbuh 0,65% atau 58,19 poin ke level 8.942,91 hingga pukul 09.02 WIB. Hari ini, IHSG bergerak pada level terendah 8.925,24 dan sempat ke posisi tertingginya di 8.952,13.
Tercatat, sebanyak 344 saham menguat, lalu 129 saham terkoreksi, dan 182 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp16.234,70 triliun.
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 13 Januari 2026
Saham dengan kapitalisasi pasar jumbo yang menguat antara lain PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) sebesar 2,10% ke Rp10.950 dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tumbuh 1,99% ke Rp3.590 per saham.
Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) meningkat 1,89% menuju level Rp8.075 per saham dan PT Astra International Tbk. (ASII) mencatat kenaikan 1,79% menjadi Rp7.125 per saham.
: : Fluktuasi Tinggi IHSG Ambles 2% Saat Perdagangan Intraday, Apa Penyebabnya?
Sebaliknya saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah sebesar 1,39% menjadi Rp8.875 per saham, sementara PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) terkoreksi sebesar 0,38% ke level Rp6.475 per saham.
Lebih lanjut, saham yang masuk jajaran top gainers hari ini meliputi saham PT Indospring Tbk. (INDS) yang melesat 24,72% ke Rp444 dan saham PT MNC Sky Vision Tbk. (MSKY) terapresiasi 18,97% ke Rp138 per saham.
: : Arah IHSG Usai Tergelincir Imbas Jebloknya Saham Konglomerat BREN, BUMI, hingga PANI
Di sisi lain, saham dengan penurunan paling besar atau top losers dihuni oleh saham PT Surya Permata Andalan Tbk. (BBRM) yang turun 12,45% menjadi Rp436 dan saham PT Habco Trans Maritim Tbk. (CTTH) terkoreksi 10,75%.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memproyeksikan IHSG bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah hari ini. Kegagalan indeks bertahan di level psikologis 9.000 menjadi sinyal kewaspadaan bagi investor.
Menurutnya, pelemahan IHSG sebesar 0,58% ke level 8.884,72 pada Senin (12/1) memicu aksi ambil untung secara masif. Tekanan jual terutama menyasar saham-saham konglomerasi yang telah mencatatkan reli panjang.
“Pelemahan ini juga disinyalir sebagai antisipasi pasar terhadap pengumuman kebijakan baru perhitungan free float oleh MSCI pada akhir bulan ini,” ujar Valdy dalam riset harian yang diterima Bisnis, Selasa (13/1/2026).
Secara teknikal, Valdy mencermati munculnya fenomena panic selling pada perdagangan kemarin yang sempat menyeret indeks ke level terendah 8.715.
Adapun, posisi IHSG saat ini yang berada di bawah MA5 serta indikator MACD yang mengonfirmasi volume jual tinggi memperkuat potensi pelemahan lanjutan.
“Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak sideways cenderung melemah dengan peluang menguji rentang support 8.725—8.800,” jelasnya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.