BEI: Ada 8 raksasa siap IPO, Superbank cs mau susul CDIA-RATU
BEI mencatat 8 perusahaan besar antre IPO, termasuk Superbank, menyusul emiten baru seperti CDIA dan RATU.
BEI mencatat 8 perusahaan besar antre IPO, termasuk Superbank, menyusul emiten baru seperti CDIA dan RATU.
BRI Danareksa Sekuritas dan Pegadaian luncurkan layanan gadai Flooring Guide by Cinvex di aplikasi BRIGHTS.
Mayora Indah (MYOR) menerbitkan obligasi Rp827,55 miliar dengan bunga 5,85%-6,15%. Saham MYOR tertekan, namun proyeksi kuartal IV/2025 positif.
Saham otomotif seperti ASII dan IMAS diprediksi tetap solid pada 2026, ditopang sentimen non-fundamental serta ekspektasi insentif pemerintah.
Selain MIKA, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) dan PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) juga menjadi rekomendasi lainnya untuk 2026.
IPO PT Abadi Lestari (RLCO) dan Superbank (SUPA) diproyeksikan jadi sentimen baru IHSG pada akhir 2025 dengan potensi dana besar dan prospek pertumbuhan.
JPFA unggul dengan kenaikan saham 36,08% YtD, sementara CPIN hanya 0,21%. JPFA lebih menarik untuk jangka pendek, CPIN stabil untuk jangka menengah 2026.
Alfamart (AMRT) akan buyback saham senilai Rp1,5 triliun mulai 8 Desember 2025 hingga 6 Maret 2026 untuk stabilkan harga saham di tengah pasar fluktuatif.
Saham teknologi di IDXTECHNO, termasuk DCII dan WIFI, melonjak pada 2025. Prospek 2026 bergantung pada isu merger GOTO dan Grab serta fundamental perusahaan.
EXCL telah menjual seluruh sahamnya di MORA dengan harga transaksi sebesar Rp432 per saham. Dengan demikian, EXCL meraup dana segar senilai Rp1,87 triliun.