Sinyal Dovish The Fed dan Window Dressing Dorong Prospek IHSG Akhir 2025
IHSG diproyeksikan tetap menguat jelang penutupan 2025, didorong oleh window dressing, sentimen global, serta ekspektasi suku bunga The Fed.
IHSG diproyeksikan tetap menguat jelang penutupan 2025, didorong oleh window dressing, sentimen global, serta ekspektasi suku bunga The Fed.
IHSG sesi I naik 0,65 persen ke level 8.604 dengan 377 saham menguat. Berikut 5 emiten teratas yang jadi buruan investor. #bisnisupdate #update #bisnis #text
IHSG menguat 0,65% ke 8.604,59 pada sesi I, didorong saham Prajogo Pangestu dan saham berkapitalisasi besar, meski bursa global melemah.
Emiten pariwisata hadapi tantangan jelang akhir tahun 2025 akibat pemangkasan anggaran Kemenpar. Stimulus ekonomi dinilai belum signifikan menguatkan kinerja.
IHSG dibuka menguat pada 2 Desember 2025, dengan saham BBRI, ASII, dan ENRG naik. IHSG bergerak di rentang 8.564-8.584, didukung data ekonomi positif.
BBCA akan membagikan dividen interim Rp55/saham untuk tahun buku 2025. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 2 Desember 2025. Pembayaran dilakukan 22 Desember 2025.
Harga emas Antam dan Galeri24 kompak naik lagi hari ini. Berikut rinciannya. #bisnisupdate #update #bisnis #text
IHSG pagi ini diproyeksi bisa naik ke level 8.600-an didorong data ekonomi dari BPS yang positif. #bisnisupdate #update #bisnis #text
IHSG ditutup menguat ke 8.548,79, diprediksi uji 8.600. Saham TLKM, DSSA, dan SRAJ memimpin penguatan. Cermati AUTO, BRMS, NICL, dan UNTR.
Bursa saham AS di Wall Street melemah akibat kenaikan yield obligasi dan data manufaktur. Investor menanti keputusan suku bunga The Fed pekan depan.