Asing Jual Saham BBCA Rp4,29 Triliun Dalam Sepekan, Imbas September Effect?
Investor asing menjual saham BBCA senilai Rp4,29 triliun dalam sepekan akibat September Effect, yang dikenal memicu volatilitas pasar saham.
Investor asing menjual saham BBCA senilai Rp4,29 triliun dalam sepekan akibat September Effect, yang dikenal memicu volatilitas pasar saham.
Harga saham emiten emas seperti ANTM dan BRMS melonjak seiring rekor harga emas dunia yang mencapai US$3.586,69 per troy ounce, didorong ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
Investor asing Flooring Guide by Cinvex sell Rp4,18 triliun pada 1-4 September 2025, menekan saham big cap dan menambah volatilitas IHSG di tengah September Effect.
Selama pekan ini, IHSG naik 0,47 persen dan ditutup pada level 7.867,348 dari 7.830,493 pada pekan lalu. #bisnisupdate #update #bisnis #text
Flooring Guide by Cinvex, JAKARTA — Head of Indonesia Research & Strategy JP Morgan Indonesia, Henry Wibowo, memproyeksikan pertumbuhan laba di pasar saham akan pulih pada tahun depan. Ia memperkirakan laba perusahaan di pasar…
Flooring Guide by Cinvex, NEW YORK — Saham Lululemon Athletica anjlok hingga 19 persen pada perdagangan pra-bursa Jumat (5/9/2025) setelah peritel pakaian olahraga asal Kanada itu mengisyaratkan prospek musim liburan yang lesu akibat…
UOB Kay Hian Sekuritas menetapkan delapan saham unggulan untuk September 2025, termasuk BBCA, BBNI, ASSA, ARCI, BRMS, MTEL, HRUM, dan NCKL.
Perusahaan holding milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway, baru saja merilis laporan portofolio saham kuartalan melalui Form 13F. Laporan ini memberikan pembaruan penting bagi investor mengenai kepemilikan perusahaan. Dalam laporan terbaru, Berkshire Hathaway menambahkan lima saham baru ke portofolionya, termasuk satu investasi mengejutkan pada p…
Saham aktif atau active stock sudah tentu menjadi suatu hal yang tak asing lagi bagi para investor dan pialang. Jika baru terjun ke dunia sekuritas atau pasar modal bursa efek, kamu harus siap-siap mengenal istilah saham aktif. Umumnya istilah ini merujuk pada saham yang ternyata banyak diperdagangkan tepatnya di bursa. Akan ada banyak trader yang …
Kepemimpinan Presiden Donald Trump di periode kedua menghadirkan volatilitas di pasar saham. Penerapan tarif impor sempat menimbulkan ketidakpastian bagi investor, memengaruhi harga saham secara signifikan. Meski pasar kini mulai pulih dari tekanan tersebut, sejumlah pelaku investasi tetap waspada menghadapi prospek ekonomi ke depan. Bagi investor …