IHSG sesi 1 ditutup menguat ke 7.428,78
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (12/3). #bisnisupdate #update #bisnis #text
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (12/3). #bisnisupdate #update #bisnis #text
Verah yang dikenal sebagai mantan pengendali serta Komisaris Utama PT Remala Abadi Tbk. (DATA) itu terpantau memborong sebanyak 70,62 juta lembar saham TAMA.
Pelemahan IHSG 2026 membuka peluang beli saham diskon seperti LSIP dan AKRA. Investor harus mempertimbangkan fundamental, sektor, dan momentum pasar.
Mulai Juni 2026, dana hasil IPO harus disimpan di rekening khusus terpisah dari rekening operasional emiten untuk transparansi dan pengawasan oleh OJK.
Misbakhun mempertanyakan esensi Papan Pemantauan Khusus di pasar saham, menyoroti spekulasi dan urgensi regulasi. Papan ini memantau saham dengan kriteria khusus.
Saham sektor teknologi dan komoditas seperti emas dan batu bara diprediksi memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang di tengah konflik global, berbeda dengan saham migas yang reli-nya singkat.
IHSG menjadi indeks dengan penurunan terdalam di regional, dengan peluang untuk mengoleksi saham berfundamental baik terbuka lebar saat ini.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke 7.440,91 dengan saham bigcaps seperti BBCA, ASII, dan DSSA menjadi penggerak utama.
Momentum Ramadan tidak otomatis membuat investor beralih ke saham syariah; fokus utama tetap pada potensi return, bukan aspek syariah.
Flooring Guide by Cinvex, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/3/2026) rebound atau berbalik menguat mengikuti pergerakan bursa global. Penguatan dipicu oleh isyarat Presiden Amerika Serikat…