Darma Henwa (DEWA) buyback 790 juta saham senilai Rp429,99 miliar

Flooring Guide by Cinvex – , JAKARTA —PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) telah merealisasikan pembelian kembali saham atau buyback senilai hampir Rp430 miliar hingga awal tahun ini. 

Advertisements

Mukson Arif Rosyidi, Direktur & Sekretaris Perusahaan Darma Henwa, menyampaikan transaksi buyback saham yang telah dilaksanakan oleh DEWA. 

DEWA melaporkan telah melaksanakan transaksi buyback saham sebanyak 372.093.023 saham pada 10 Desember 2025. Jumlah itu setara dengan 0,91% dari jumlah saham DEWA yang tercatat di BEI. 

Transaksi tersebut dilakukan pada harga rata-rata pembelian Rp430 per saham. Dengan demikian total nilainya mencapai Rp159.999.999.890 (Rp159,99 miliar). 

DEWA melanjutkan aksi buyback saham pada 6 Januari 2026. Saat itu, DEWA membeli 418.604.651 saham atau 1,03% dari jumlah saham perseroan yang tercatat di BEI. 

Kali ini, transaksi buyback saham dilakukan dengan rata-rata nilai pembelian yang lebih tinggi, yaitu Rp645 per saham. Dengan demikian, nilai transaksinya mencapai Rp269.999.999.895 (Rp269,99 miliar). 

Advertisements

Apabila diakumulasikan, DEWA telah menggunakan dana sebesar Rp429,99 miliar untuk pelaksanaan buyback saham. Dana itu dipakai untuk pembelian kembali 790,69 juta saham perseroan. 

: Darma Henwa (DEWA) Beberkan Kisi-Kisi Capex 2026

Dengan demikian, DEWA telah menggunakan 45,26% dari alokasi dana buyback saham yang disiapkan sebesar Rp950 miliar. Nilai itu dipangkas dari rencana sebelumnya Rp1,66 triliun. 

Merujuk keterbukaan informasi DEWA, dana buyback itu berasal dari sumber dana internal perseroan. Per September 2025, posisi kas dan setara kas DEWA sebesar Rp1,17 triliun. Adapun, sepanjang Oktober 2025—Februari 2026, DEWA memperkirakan ada tambahan free cash flow sebesar Rp595 miliar.

Program buyback saham DEWA akan berlangsung hingga 19 Februari 2026.

Di lantai Bursa Efek Indonesia, saham DEWA sudah terbang 538,1% sepanjang 2025 ke level Rp670 per saham. Hingga Rabu (7/1/2026) pukul 09.40 WIB, saham DEWA sudah menyentuh level Rp850 per saham atau naik 26,86% year-to-date.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements