
Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini, indeks sektor kesehatan menjadi salah satu yang paling tangguh. Analis menilai, ketahanan sektor ini ditopang oleh posisi industri kesehatan yang krusial di masyarakat.
Pada perdagangan Senin (27/10/2025), ketika IHSG anjlok 1,87%, sektor kesehatan justru mencatatkan pertumbuhan 1,05%. Tren serupa berlanjut pada perdagangan hari berikutnya, saat IHSG kembali turun 0,30%, sektor kesehatan mampu menguat 2,65%.
Retail Research Analyst Sinarmas Sekuritas Cindy Alicia Ramadhania menilai di tengah pelemahan IHSG akibat aksi panic sell pada saham-saham konglomerasi, sektor kesehatan menjadi pilihan investor untuk menempatkan dana. Secara historis, sektor ini memiliki tingkat resiliensi yang tinggi terhadap tekanan pasar.
“Sektor kesehatan memang terlihat lebih defensif, maka daripada itu ketika terjadi aksi panik jual pada saham-saham terutama konglomerasi, para pelaku pasar cenderung memilih berinvestasi ke saham-saham yang lebih defensif,” katanya saat dihubungi, Selasa (28/10/2025).
Kalbe Farma Tbk. – TradingView
Hal senada disampaikan Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, yang menilai secara teknikal, sektor kesehatan tidak berada dalam fase weakening maupun lagging ketika IHSG melaju bearish.
Menurut Nafan, daya tahan sektor ini disebabkan oleh kebutuhan masyarakat yang kuat terhadap layanan kesehatan.
: : Bocoran Rencana IPO Anak Usaha Rukun Raharja (RAJA) Milik Hapsoro
“Karena memang sektor kesehatan juga menjadi salah satu kebutuhan utama, salah satu kebutuhan krusial masyarakat, yang memang membutuhkan akses layanan preventif maupun kuratif,” ujarnya.
Ke depan, Nafan menilai peluang sektor kesehatan untuk melanjutkan penguatan masih terbuka, tergantung pada stabilitas ekonomi domestik dan tren penurunan suku bunga. Kedua faktor itu dinilai dapat mendorong kinerja sektor kesehatan di sisa tahun ini.
: : TBS Energi (TOBA) Bukukan Rugi Bersih US$127 Juta per Kuartal III/2025
Ekspansi emiten juga menjadi katalis positif. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ), misalnya, menargetkan pengoperasian 10–12 rumah sakit sepanjang 2025, termasuk RS Mayapada di IKN serta proyek di Jakarta Timur, Batam, dan Jakarta Selatan. PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) juga berencana membangun dua rumah sakit baru di Bali dan Jawa Tengah.
“Kalau tren penurunan suku bunga berlanjut, ini juga bisa mempengaruhi sektor kesehatan jadi menarik. Apalagi banyak emiten di sektor kesehatan yang melakukan ekspansi,” tegas Nafan.
Cindy menambahkan, peluang pertumbuhan terbesar ada pada industri consumer healthcare. Menurutnya, permintaan tinggi terhadap produk kesehatan dapat mendorong kinerja keuangan emiten di subsektor ini.
“Sektor kesehatan yang cukup outperform saat ini lebih ke arah sektor consumer healthcare. Permintaan akan produk kesehatan diharapkan dapat mendongkrak kinerja keuangan ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai penguatan sektor kesehatan masih terbuka lebar sejalan dengan permintaan layanan yang stabil dan transformasi digital di industri ini.
“Selain itu, pertumbuhan penduduk dan peningkatan kesadaran kesehatan menjadi faktor struktural yang menopang kinerja emiten kesehatan dalam jangka panjang,” katanya.
Di tengah momentum ini, Ekky merekomendasikan saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) dengan target harga Rp1.600 per saham untuk jangka menengah. Cindy juga merekomendasikan saham PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) dengan target Rp550 per lembar, sedangkan Nafan menempatkan target harga KLBF di Rp1.665 per lembar.
Menurut Nafan, kinerja Kalbe yang membaik pada kuartal III/2025 menjadi sentimen positif bagi investor. “Ya memang sentimen positifnya adalah keberhasilan KLBF untuk meningkatkan kinerja penjualannya,” ujar Nafan
_________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.