IHSG bangkit di awal perdagangan hari ini, diprediksi naik usai Lebaran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan naik setelah lebaran Idulfitri. Hal tersebut mulai terlihat dari rebound (berbalik arah) indeks yang terjadi pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (17/3).

Advertisements

IHSG dibuka menguat ke level 7.074 pada perdagangan hari ini. Indeks naik 1,74% ke level 7.144 secara intraday pukul 9.10 WIB. Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan mencapai 4,24 miliar saham dan frekuensi sebanyak 250,09 ribu kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 12.631 triliun dengan nilai transaksi secara intraday sebesar Rp 2,03 triliun.

“IHSG akan naik setelah lebaran. Jika kamu pegang cash maka sekarang waktunya untuk buy,” kata pengamat pasar modal Teguh Hidayat dalam unggahan Instagram pribadinya dikutip Selasa (17/3).

Teguh menyatakan saham-saham pilihan yang dapat dipantau investor setelah libur panjang lebaran adalah saham emiten ekspor dan energi.  Sepuluh dari sebelas sektor yang ada di BEI terpantau bergerak di zona hijau. Adapaun saham-saham di sektor industri dasar mengalami penguatan paling signifikan di antara yang lainnya. Harga saham industri emas mengkilap cemerlang hari ini.

Baca juga:

  • BEI Tunda Lagi Penerapan Short Selling Usai IHSG Anjlok 23%
  • IHSG Rawan Terkoreksi Jelang Libur Lebaran, Analis Jagokan BBCA, CPIN, INDY
  • Asing Net Buy Rp 1,02 T saat IHSG Jeblok di Bawah 7.000, Borong EMAS hingga BUMI

Misalnya harga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melonjak 9,09% ke level 9.900, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 8,17% ke level 3.310, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 5,77% ke level 3.850 dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tumbuh 5,41% ke level 585.

Advertisements

Selain itu, saham-saham di sektor energi terpantau ceria hari ini. Harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 2,07% ke level 1.975, PT Harun Energy Tbk (HRUM) naik 2,06% ke level 990 dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) tumbuh 3,14% ke level 10.675.

Adapun untuk perkiraan pergerakan IHSG hari ini, Phintraco Sekuritas menilai anjloknya IHSG dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kenaikan harga minyak mentah yang berpotensi meningkatkan inflasi. Hal itu juga berpotensi memperlebar defisit APBN, melemahkan nilai tukar rupiah, hingga menekan pertumbuhan ekonomi domestik. Sentimen tersebut diperkuat oleh sikap investor yang cenderung berhati-hati menjelang libur panjang.

Adapun sektor teknologi mencatat koreksi paling dalam, sementara sektor keuangan justru menjadi penopang dengan kenaikan terbesar. Di pasar valuta asing, rupiah ditutup melemah ke level Rp 16.997 per dolar AS pada perdagangan 16 Maret.

Di sisi lain, Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga disiplin fiskal dengan memastikan pemerintah menjalankan kebijakan sesuai kemampuan keuangan negara. Ia juga menekankan pelonggaran defisit APBN hanya akan menjadi langkah terakhir.

“Sementara itu, secara teknikal IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.900–7.150,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Selasa (17/3).

Advertisements