Simak Prediksi Analis Target IHSG hingga Akhir Tahun
Analis memproyeksikan IHSG bergerak terbatas hingga akhir 2025, dengan target konservatif 7.500 dan skenario terbaik 8.000, dipengaruhi sentimen global dan domestik.
Analis memproyeksikan IHSG bergerak terbatas hingga akhir 2025, dengan target konservatif 7.500 dan skenario terbaik 8.000, dipengaruhi sentimen global dan domestik.
IHSG melemah 0,50% pekan ini, dipengaruhi sektor industri naik 4,68% dan transportasi 3,85%, sementara infrastruktur turun 1,79% dan energi 1,04%.
Jakarta, IDN Times – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini melemah. Kapitalisasi pasar ikut Bursa menyusut dari pekan sebelumnya. Sekretrais Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, data perdagangan saham di BEI pada periode 18-22 Agustus 2025 ditutup bervariasi. “IHSG selama sepekan mengal…
Manchester United kembali dijual, keluarga Glazer berpotensi aktifkan klausul penjualan saham. Simak update terbaru proses akuisisi.
Pernahkah Anda bertemu seseorang yang begitu karismatik dan penuh energi sehingga kehadirannya langsung membuat suasana menjadi lebih hidup? Orang-orang seperti ini tidak hanya menarik perhatian tetapi juga menyebarkan aura positif yang membuat orang lain merasa nyaman dan terinspirasi.
Jakarta, IDN Times – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini periode 18-22 Agustus 2025 terkoreksi. Tercatat 10 saham menguat dan melemah signifikan. Dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham dengan lonjakan tertinggi adalah PT Acset Indonusa Tbk (ACST) dengan kenaikan 75,56 persen. Sementara saham dengan koreksi ter…
Wacana pengambilalihan mayoritas saham BCA oleh negara dinilai berisiko merusak kepercayaan pasar dan stabilitas sistem keuangan, meski isu ini telah dibantah.
Trump mengatakan AS membeli 10 persen saham Intel senilai USD 8,9 miliar atau USD 20,47 per saham. #bisnisupdate #update #bisnis #text
Sabana Prawirawidjaja gencar melancarkan aksi borong saham ULTJ sepanjang periode berjalan 2025.
Hal ini disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Jumat, 22 Agustus 2025 waktu setempat.