Waspada tekanan jual di pasar saham jelang pemberlakuan free float 15%
Pasar saham berpotensi bergejolak jelang aturan free float 15% oleh OJK, memicu tekanan jual pada emiten dengan likuiditas rendah.
Pasar saham berpotensi bergejolak jelang aturan free float 15% oleh OJK, memicu tekanan jual pada emiten dengan likuiditas rendah.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,72% ke 491,22, namun saham MEDC, BUMI, dan ADMR menguat. Ketegangan Iran mempengaruhi pergerakan pasar.
Warren Buffett mempertahankan saham Coca-Cola, American Express, Moody’s, Visa, Mastercard, DaVita, dan Globe Life karena keunggulan kompetitif dan arus kas stabil.
PT TBS Energi Utama Tbk. berencana melakukan pembagian dividen, buyback, dan rights issue, dinilai jadi katalis positif saham TOBA.
Komisaris dan direksi BCA, termasuk Jahja Setiaatmadja, membeli lebih dari 2,4 juta saham BBCA pada 25 Maret 2026, dengan total dana di atas Rp17 miliar.
IHSG turun 1,89% akibat aksi profit taking dan ketidakpastian negosiasi AS-Iran. Saham berkapitalisasi besar melemah, sementara transaksi meningkat.
OJK menaikkan batas minimum free float saham menjadi 15% untuk meningkatkan likuiditas dan transparansi pasar, berdampak positif pada saham small-mid cap.
IHSG Sesi I Ditutup Turun 1,21% ke Level 7.214, Saham Asia Juga Kompak Merah #bisnisupdate #update #bisnis #text
PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) siap menjadi emiten pertama di 2026 dengan IPO senilai Rp306 miliar, menargetkan pencatatan di BEI pada 10 April.
Emiten dividen tinggi jadi pilihan investor saat pasar bergejolak, dengan sektor perbankan dan konsumer unggul. Saham BUMN dan telekomunikasi tetap menarik.