
Flooring Guide by Cinvex JAKARTA – Penyesuaian ketentuan free float atau saham publik emiten tercatat dari 7,5% menjadi 15% akan dilakukan bertahap dalam tiga tahun. Targetnya, di tahun ketiga seluruh emiten tercatat di bursa Indonesia memiliki free float 15%.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini masih ada 267 emiten yang memiliki free float di bawah 15%. Sedangkan, mengacu pada data Bloomberg Terminal, per 2 Februari 2026 terdapat 248 emiten.
Plt Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi memahami penyesuaian free float menjadi 15% merupakan proses yang kompleks melibatkan aksi korporasi ratusan emiten. Untuk itu, OJK dan BEI berencana melakukan penyesuaian free float 15% secara bertahap.
“Secara umum target antara pertama kita akan dorong untuk dilakukan di satu tahun pertama. Kemudian akan ada milestone berikutnya di tahun kedua, dan terakhir di tahun ketiga menuju ke keseluruhan pemenuhan angka free float di minimum 15 persen,” ujar Hasan saat ditemui di Kantor BEI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
: Ada 248 Saham Potensi Dibekukan Saat Aturan Free Float 15% Berlaku
Penyesuaian free float secara bertahap tersebut akan tertuang dalam draft revisi Peraturan I-A BEI. BEI akan menjaring aspirasi stakeholder sebelum kemudian rancangan tersebut di-review dan ditetapkan OJK. Ditargetkan beleid baru itu disahkan Maret 2026.
“Jadi tahun pertama bisa dilihat di draft-nya, tahun pertama akan ada pengelompokan emiten, akan ada target antara. Misalkan ada kelompok yang ditargetkan di tahun pertama meningkat menjadi 10% dari kondisi sekarang, kemudian berjenjang seterusnya sampai angka 15%,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mencatat dari 267 emiten yang belum memiliki free float 15%, 49 di antaranya sudah memberikan kontribusi 90% terhadap total kapitalisasi pasar 267 emiten.
“Jadi kita coba sasar dulu yang 49 ini, walaupun seluruhnya 267 harus memenuhi. Tapi kalau kita lihat lagi, 49 saja, ini sudah merepresentasikan 90% dari market cap-nya mereka yang belum memenuhi. Jadi kita prioritaskan dulu yang ini, yang 49 ini,” kata Nyoman.
Nyoman berharap keberhasilan penyesuaian free float tahap awal oleh 49 emiten ini akan menjadi pilot project atau referensi untuk memulai peningkatan free float ratusan emiten lainnya.
“Tentunya kami di Bursa, dan OJK tadi Pak Hasan juga menyampaikan, mendukungrencana-rencana mereka [emiten] dan kita akan upayakan yang terbaik, termasuk mapping tindakan korporasi apa yang mereka dapat lakukan,” tandasnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.