Indeks saham ESG underperform di tengah euforia IHSG 2025
Indeks saham berbasis ESG menunjukkan kinerja yang lesu pada 2025, dengan IDXESGL hanya naik 2,87% dan SRI-KEHATI naik 2,16%, sementara IHSG menguat 22,10%.
Indeks saham berbasis ESG menunjukkan kinerja yang lesu pada 2025, dengan IDXESGL hanya naik 2,87% dan SRI-KEHATI naik 2,16%, sementara IHSG menguat 22,10%.
Angkasa Pura jadi pemegang saham GMFI usai inbreng lahan Rp5,66 triliun, memperkuat struktur modal dan ekosistem aviasi nasional.
January Effect 2026 berpotensi terbatas akibat risiko global dan domestik, meski peluang penguatan IHSG ada.
Analis memprediksi January Effect 2026 akan menguntungkan saham berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BBRI, didukung fundamental kuat dan dividen menarik.
Pasar saham Indonesia berpotensi mengalami January Effect 2026, meski relevansinya dipertanyakan. Fokus pada saham small-cap dan mid-cap untuk peluang.
PT Roda Vivatex Tbk. (RDTX) akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp53,76 miliar atau Rp200 per saham.
Investor asing mengincar saham big caps Indonesia seperti ASII dan TLKM pada akhir 2025, Flooring Guide by Cinvex buy asing mencapai Rp34,93 triliun dalam enam bulan terakhir.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) siap rights issue, dengan menerbitkan 12,8 miliar saham baru, dengan harga Rp 10 per saham. #bisnisupdate #update #bisnis #text
Bank of Singapore membeli 2,8 miliar saham Bank Capital (BACA) melalui skema repo, tanpa mengambil alih kendali, dengan harga Rp168 per saham.
IHSG naik 0,87% pada sesi I (29/12/2025) didorong oleh penguatan saham konglomerat Indonesia seperti Bakrie, Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu.